04 Oktober 2007
Saatnya mudik. Met lebaran semua!
|
 |
Sunday, March 25, 2007
Nonie Posted 23/1/2007 Kaget waktu liat bullboard yang nampang di frenster,,, terutama tentang pejabat2 pemalang yang sekarang udah pada sok gaya-gayaan pake moge di jalan-jalan (kecil tapi dianggap gede) di pemalang... ga tau malu... uang yang berasal dari uang rakyat gampang aja buat beli2 moge ( yang mungkin dy sendiri gak ngerti moge itu tipe apa!!).. t*i,,,,kacau semua.. kenapa pejabat2 kita (sepertinya) ga punya rasa rendah hati? paling ga, ada rasa simpati dan terlihat down to earth ke masyarakatnya? ga tau lah... emang kita ga bisa nge-judge sesuatu langsung dari berita yang satu itu...tapi paling ga berita itu mengajari dan memperingatkan kita agar selalu bersikap rendah hati.. itu semua juga bisa mencegah kesenjangan sosial yang mungkin bisa ada karena dipicu oleh kesombongan kita akan suatu kedudukan Begitulah. Komentar ini saya kutip dari testimonial di friendster Pemalang. Akhir pekan lalu saya pulang kampung. Long weekend ceritanya karena senin libur hari raya nyepi. Dari cerita yang saya dengar memang begitu. Malah,dari gosip ibu-ibu katanya kendaran inventaris akan dijadikan berupa moge. Entah benar atau tidak, namanya juga gosip. Pejabat kami memang lagi gandrung sama motor gede. Kalau ada kesempatan mereka bikin touring keluar kota. Semoga bukan masih pada jam kerja mereka berangkat touring. Jadi, jika ingin punya hubungan baik dengan pejabat, beli lah moge dan ikutan touring. Ketika pertama baca testi diatas agak kaget juga. Pengungkapnnya blak-blakan dan terkesan kasar. Buat saya sih sah-sah saja para pejabat punya moge. Asal dibeli dari uang halal. Nah, itu lah yang jaman sekarang susah dipercaya. Saya lihat ayah saya saja yang sudah dua belas tahun jadi kepala sekolah, hingga sekarang sudah tidak kepala sekolah, masih saja naik sepeda motor, itu juga kredit. Bahkan HP saja ayah saya tidak punya. Ini bukan bermaksud mengklaim ayah saya paling bersih dari praktek korupsi. Tapi ya heran saja. Kepala sekolah lain kok bisa cepat punya mobil. Tanya kenapa? Kata ayah saya, simpel saja: pekerjaan dan jabatan boleh sama, tapi rezeki orang berbeda-beda. Kembali soal komentar diatas, saya pikir ada benarnya juga. Selayaknya, pejabat harus punya rasa rendah hati dan hormat kepada rakyat. Ingat, kalian digaji dengan uang rakyat! Saya bukan sok menasehati, tapi juga mengingatkan diri sendiri. Uang kuliah saya juga disubsidi pemerintah yang notabene adalah uang rakyat. Saya punya tanggung jawab untuk mengembalikannya kepada rakyat suatu saat nanti. Insya Allah. Saya dibiayai rakyat untuk belajar dan Anda dibiayai rakyat untuk memperjuangkan rakyat dengan jabatan dan kepemimpinan Anda. Bukan untuk beli moge dan touring keluar kota. Satu lagi, yang paling rawan adalah masalah kecemburuan sosial. Moge adalah salah satu simbol barang mewah. Untuk merek ternama, harga satu unitnya setara dengan satu unit mobil sedan. Mungkin moge milik mereka bukan merek-merek ternama dan harganya relatif murah untuk ukuran moge, tapi tetap saja moge adalah simbol barang mewah. Kebutuhan tersier kalau bahasa ekonominya. Wahai pejabat ku yang terhormat. Jadilah figur publik yang baik. Jangan buat kami merasa sia-sia telah memilih Anda menjadi pemimpin kami. Apa Anda setuju jika moge-nya ditukar dengan sepeda? Tengoklah KOMUNITAS PEKERJA BERSEPEDA (bike-to-work Community) Indonesia yang mengundang simpati. Mungkin juga bisa jadi trend yang dapat diikuti anak-anak muda di Pemalang. Saya yakin jarak rumah Anda ke tempat kerja tidak lebih dari 10 km. Bagaimana, Anda setuju? Ah, saya sudah tahu jawabannya.
Posted at 11:19 by KramOtak
 |  |  | Bam's September 24, 2008 04:41 PM PDT
Pemalang toempah darahkoe, kampoeng halamankoe, doloe koetaku seperti itoe sekarang masih tetep pada bae... perkembangane masih seret sepet.. ketinggalan karo tonggo kanan kirine.... piye kiye pak pejabate...??? Pemalang itu bukan cuman nama saja, karena itu tunjukan pada dunia kalo pemalang itu ADA...!!!! |  |
  |  |  | elzamany April 6, 2007 02:26 PM PDT
walah...koq jadi rame????
demokrasi ternyata sedang berkembang.
wah wah wah..akhirnya..bermunculan pikiran2 kritis dari kalian kalian kaum muda mudi Pemalang..
tentunya smua itu timbul dari keinginan kita bersama SEBAGAI warga masyarakat Pemalang yg notabene ingin agar kota kita makin maju dan berkambang dan makmur bukan?
harusnya!,,karna kelak ga cuma kita yg akan mendiami kota IKHLAS(Indah Komunikatif Hijau Lancar Aman dan Sehat) tersebut..karna tentu anak cucu kita juga akan tinggal disana.
mengacu kepada kata Komunikatif(yg kurang lebih berarti "mudah berkomunikasi dan berinteraksi") yg terpampang dalam slogan kota IKHLAS ini,dan yg menjadi inspirasi kita sbagai warga Pemalang..maka tidaklah salah apabila kita bisa menulis sebuah alinea ataupun paragraf tentang apapun di kota ini.
tetapi, tentu kita harus slalu mengedepankan fakta serta azas praduga tak bersalah dlm stiap katanya..
kita smua pada dasarnya hanya sedang dlm proses belajar menjadi manusia yg lebih baik tuk sesamanya..betul?
semoga tulisan2 kita bisa lebih mempunyai makna untuk yg membacanya..
kritik dan saran, selalu untuk membangun!
|  |
  |  |  | Nonie April 1, 2007 12:22 AM PDT
yah, memang pengungkapan saya dalam testi pada friendster diatas terdengar kasar. Tetapi harap dimaklumi, saya hanya bersikap seperti selayaknya mahasiswi yang (pada masanya) berpikiran idealis serta kritis terhadap peristiwa-peristiwa yang sampai ke telinga saya, terlebih peristiwa itu terjadi pada kota kelahiran saya.
Menyinggung gosip tentang moge yang (katanya) akan dijadikan kendaraan inventaris, menurut saya sangat tidak masuk akal. Mengapa? kita tahu CFC lari dari Kota Pemalang, Sirandu Mall yang (maaf) tidak terlihat seperti mall, dan berbagai banyak contoh lainnya yang menunjukkan daya beli masyarakat kita yang masih rendah. Apabila kita hubungkan dengan pengadaan moge sebagai inventaris kendaraan, apakah masuk akal jika pemerintah kita malah bersikap konsumtif? sedangkan sebagian besar penduduk Pemalang sendiri menunjukkan sikap "baik" yang "hemat". Bukankah semua itu akan terlihat sangat kontras?
Apabila gosip inventaris moge itu benar akan disahkan, sebaiknya Pemda harus berpikir sangat matang terlebih dahulu. Karena, masih terdapat banyak sekali daerah-daerah di Pemalang yang seharusnya diberi suntikan dana untuk semakin mengembangkan potensi yang dimilikinya. Ingat, kita mempunyai pantai widuri yang (sebenarnya) indah, tetapi karena kurang perhatian serta kesadaran masyarakatnya membuat pantai widuri tercinta kita mempunyai pemandangan sampah. Ingat pula kita mempunyai kerajinan kain (serat kulit nanas, kain ulos khas Pemalang) yang apabila Pemerintah kelola dengan serius serta profesional, bukan tak mungkin kerajinan khas pemalang tersebut menjadi go Internasional. Dan tak lupa, letak geografis Pemalang yang strategis sebenarnya dapat membantu penghasilan kota Pemalang menjadi meningkat. Tetapi semua itu tidak gratis. Perawatan, Pemeliharaan serta pengembangan membutuhkan biaya. Apabila pemerintah kota Pemalang mempunyai dana berlebih untuk calon-calon Moge, mengapa tidak dialihkan saja untuk kemajuan kota Pemalang? Toh, apabila Pemalang menjadi kota yang maju, mandiri, serta terdepan, kita semua sebagai warga pemalang akan merasa bangga menjadi warga Pemalang. Tidak seperti sekarang yang kebanyakan menutupi identitas kota kelahirannya karena malu apabila ditanya oleh orang dari kota besar yang tidak tahu dimana letak kota Pemalang! |  |
  |  |  | scootman March 27, 2007 03:03 AM PDT
bener juga isi blog yang di tulis diatas, skarang kaya ada semacam keharusan awt kpla instansi utk mempunyai moge??? padahal g tau jelas itu moge yang macam mana ,yang penting bentuknya mirip moge....ha..ha... |  |
|