04 Oktober 2007
Saatnya mudik. Met lebaran semua!
|
 |
Saturday, February 17, 2007
P agi itu saya hendak menuju Bank BNI di GKU baru untuk menarik uang dari ATM. Seperti biasa, titipan dari Bapak kos yang di Kalimantan itu. Kebetulan saya lewat bekas gedung TPB, melewati sisi tengah tanpa masuk ke gedung bekas TPB itu. Persis keluar jalan tengah di gedung itu, pas mau menuju jalan utama kampus didepan Program Studi Kimia, seorang ayah dan anaknya duduk diatas sepeda motor mereka. Entah siapa yang mereka tunggu disitu.
Saya tidak mengenal ayah dan anak itu dan saya terus berjalan melewati mereka. Persis saat saya lewat disamping mereka, sang anak berdiri dengan tumpuan footstep belakang sepeda motor. Tidak sengaja saya dengar, dia bertanya pada ayahnya, "Ayah, ada nggak itb yang nggak sukses?". Tentu saja yang dimaksud adalah apakan ada lulusan itb yang tidak suskses. Ayahnya tidak segera menjawab, dia lagi sibuk dengan HP-nya. Saya terus saja berjalan. Padahal sebenarnya saya juga ingin tahu jawaban sang ayah. Tapi kan tidak etis kalau tiba-tiba saya berhenti dan nguping pembicaraan mereka. Lagi pula saya masih ada amanat lain.
Pertanyaan itu membuat saya tersenyum. Mungkin saya punya pertanyaan yang sama dengan anak polos itu. Pertanyaan dengan pemikiran terframe oleh orang-orang suksus generasi sebelum saya. Sebut saja nama Soekarno, siapa yang tidak kenal? Kabinet SBY juga dihiasi orang-orang jebolan itb. Disana ada nama Hatta Rajasa, Kusmayanto Kadiman, Purnomo Yusgiantoro, Abu Rizal Bakrie, Rahmat Witoelar, dan Jero Wacik. Belum lagi diinstansi pemerintah yang lain, seperti BPPT misalnya, yang diketuai dosen senior Teknik Penerbangan itb.
Saya pribadi sih tidak ambil pusing. Takutnya sikap superior malah jadi bumerang. Lagi pula sukses dan tidak sukses hanya soal persepsi, semua tergantung bagaimana kita menyikapi dan menempatkan. Kata Pak Khirul, penulis buku SEPIA, sukses itu berhasil meraih apa yang kita inginkan. Tapi semua pasti setuju kalau tidak ada sukses (dalam bidang karir) yang jatuh dari langit, apalagi turun dari tangan rektor itb. Saya sih, just do my best aja lah...
|